BP3MI Jawa Barat Telusuri Dugaan Penyekapan Pekerja Migran Asal Bandung Barat di Ajman

Sri Nurhaida Pratiwi, pekerja migran Indonesia asal Cililin, Kabupaten Bandung Barat, diduga mengalami penyekapan di Uni Emirat Arab. Dugaan tersebut muncul setelah keluarga menerima komunikasi terakhir darinya melalui panggilan video WhatsApp pada Senin, 12 Oktober. Sejak panggilan itu berakhir, keluarga belum berhasil berbicara langsung dengan Sri untuk memastikan keberadaan maupun kondisinya. Situasi tersebut membuat keluarga belum dapat memastikan informasi yang beredar mengenai keselamatan Sri, terutama karena mereka tidak memiliki komunikasi langsung lanjutan dengannya. Keterangan mengenai kejadian ini masih bersumber dari pengalaman keluarga dalam berkomunikasi dengan Sri dan belum dapat diverifikasi secara langsung oleh mereka. Dalam panggilan video tersebut, Sri terlihat berada di sebuah ruangan tertutup bersama seseorang yang identitasnya belum diketahui. Kepada keluarganya, ia mengatakan bahwa dirinya sedang disekap. Percakapan itu menjadi petunjuk utama yang membuat keluarga khawatir atas keadaan Sri di Uni Emirat Arab. Namun, keluarga belum mengetahui siapa orang yang tampak bersamanya, di mana tepatnya ruangan itu berada, atau bagaimana Sri sampai berada dalam situasi tersebut. Informasi yang dapat dipastikan dari keluarga terbatas pada apa yang mereka lihat dan dengar selama panggilan video berlangsung. Karena itu, dugaan penyekapan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Setelah panggilan video terputus, keluarga menerima pesan suara dari nomor yang tidak dikenal. Pesan tersebut menyebut bahwa Sri berada dalam kondisi baik. Meski demikian, keluarga belum dapat memverifikasi kebenaran kabar itu, sebab pesan suara tersebut bukan komunikasi langsung yang memungkinkan mereka memastikan bahwa Sri sendiri yang menyampaikan informasi tersebut. Upaya untuk kembali berbicara dengannya belum membuahkan hasil hingga saat informasi ini disampaikan. Keluarga masih menunggu kesempatan untuk mendengar langsung penjelasan Sri mengenai kondisinya. Perbedaan pernyataan Sri dalam panggilan video dan isi pesan suara dari nomor tak dikenal menjadi alasan keluarga belum merasa memperoleh kepastian tentang keselamatannya. Informasi terakhir yang diterima keluarga Sri mengarah ke wilayah Ajman, Uni Emirat Arab. Keterangan mengenai lokasi tersebut menjadi petunjuk awal dalam upaya menelusuri keberadaan pekerja migran asal Bandung Barat itu. Namun, informasi itu belum dapat diperlakukan sebagai konfirmasi bahwa Sri masih berada di Ajman saat ini. Perubahan lokasi, jeda waktu sejak komunikasi terakhir, serta belum adanya verifikasi langsung membuat kepastian mengenai keberadaannya masih diperlukan. Kepala BP3MI Jawa Barat, Kombes Singgih Hermawan, menyampaikan bahwa informasi lokasi yang diperoleh keluarga diharapkan dapat membantu proses penelusuran. Petunjuk itu dapat diteruskan kepada perwakilan Republik Indonesia di Uni Emirat Arab untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan otoritas setempat. Dengan adanya keterangan wilayah yang lebih spesifik, pihak-pihak terkait diharapkan memiliki dasar awal untuk melakukan pengecekan dan mencari informasi tambahan mengenai Sri. Penelusuran lintas negara memerlukan kehati-hatian, termasuk dalam memastikan identitas, lokasi, dan keadaan orang yang dicari. Informasi yang disampaikan keluarga perlu diperiksa melalui jalur resmi sebelum dijadikan kesimpulan. Perwakilan Indonesia dan otoritas setempat dapat berperan dalam mengklarifikasi petunjuk, menghubungi pihak terkait, serta menyampaikan perkembangan kepada keluarga melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan. Sampai verifikasi dilakukan, lokasi Ajman tetap dipahami sebagai informasi terakhir yang dilaporkan, bukan kepastian mengenai posisi Sri sekarang. Keluarga juga diharapkan dapat menyimpan dan menyampaikan setiap keterangan yang relevan kepada pihak yang menangani penelusuran, seperti waktu komunikasi terakhir dan informasi lokasi yang diterima. Rincian tersebut berpotensi membantu pencocokan data, tetapi tidak dengan sendirinya memastikan hasil pencarian. Pesan suara atau komunikasi lain yang pernah diterima pun tidak cukup untuk memastikan kondisi Sri saat ini. Keadaan dan keselamatannya masih harus dikonfirmasi secara langsung oleh pihak berwenang. BP3MI Jawa Barat berharap petunjuk yang mengarah ke Ajman dapat memperkuat koordinasi dan mempercepat klarifikasi, tanpa mendahului hasil pemeriksaan. Perkembangan baru perlu disampaikan berdasarkan informasi terverifikasi agar keluarga memperoleh kabar yang akurat. Untuk saat ini, upaya pencarian masih berfokus pada penelusuran informasi terakhir tersebut dan koordinasi dengan pihak Indonesia serta otoritas terkait di Uni Emirat Arab. Singgih menyampaikan bahwa penelusuran terhadap data penempatan pekerja migran melalui laman Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Siskop2MI) tidak menemukan catatan penempatan atas nama Sri Nurhaida Pratiwi ke Uni Emirat Arab. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi salah satu dasar munculnya dugaan bahwa keberangkatan Sri tidak tercatat melalui prosedur resmi. Meski demikian, keterangan mengenai tidak ditemukannya data perlu dipahami sebagai hasil penelusuran pada sistem, bukan sebagai informasi yang dengan sendirinya menjelaskan seluruh rangkaian keberangkatan maupun pihak yang terlibat. Informasi yang disampaikan sebelumnya menyebut Sri berangkat pada 14 September 2026 dengan tujuan Dubai. Setelah tiba atau berada di negara tujuan, Sri kemudian memberi kabar kepada keluarganya bahwa ia menjadi korban penyekapan. Keterangan tersebut menimbulkan kekhawatiran keluarga dan mendorong upaya penelusuran lebih lanjut mengenai kondisi serta keberadaan Sri. Hingga ada informasi resmi yang lebih lengkap, rincian mengenai proses keberangkatan dan keadaan yang dialaminya tetap perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak berwenang. Ketidakadaan catatan penempatan di Siskop2MI dapat menjadi petunjuk penting bagi instansi yang menangani pelindungan pekerja migran, terutama untuk memeriksa apakah keberangkatan dilakukan melalui jalur yang tidak sesuai ketentuan. Namun, penetapan status dan tindak lanjutnya memerlukan pemeriksaan serta koordinasi dengan pihak terkait. Keluarga dapat menyampaikan informasi yang dimiliki kepada BP3MI Jawa Barat atau instansi berwenang agar proses penelusuran dapat dilakukan berdasarkan data dan keterangan yang tersedia. Dalam proses tersebut, keluarga juga dapat meminta bantuan untuk menelusuri pihak sponsor atau calo yang mungkin berkaitan dengan keberangkatan Sri. Permintaan itu merupakan langkah untuk memperoleh informasi, bukan dasar untuk menyimpulkan siapa yang mengatur perjalanan sebelum ada hasil pemeriksaan. Catatan komunikasi, identitas pihak yang pernah dihubungi, serta dokumen perjalanan atau pekerjaan yang dimiliki keluarga dapat membantu petugas mengembangkan penelusuran. Informasi perlu disampaikan secara cermat agar pemeriksaan terhadap dugaan penyekapan dan status keberangkatan dapat berjalan tanpa mengedepankan kesimpulan yang belum terverifikasi. BP3MI Jawa Barat menyatakan akan terus berupaya mencari keberadaan Sri, pekerja migran asal Bandung Barat yang diduga mengalami penyekapan di Ajman, Uni Emirat Arab. Kepala BP3MI Jawa Barat, Singgih, menyampaikan bahwa penelusuran dilakukan dengan melibatkan instansi terkait agar informasi mengenai kondisi dan lokasi Sri dapat dihimpun. Upaya tersebut masih berlangsung, sehingga dugaan penyekapan maupun keberadaan Sri belum dapat diperlakukan sebagai temuan yang telah dipastikan. BP3MI menyebut koordinasi diperlukan untuk memperoleh informasi yang lebih jelas dan menentukan langkah lanjutan yang sesuai. Selain mencari informasi, BP3MI Jawa Barat menyatakan siap mendampingi keluarga apabila mereka hendak membuat laporan kepada kepolisian. Menurut Singgih, laporan tersebut dapat menjadi salah satu jalur untuk meminta penelusuran lebih lanjut terhadap dugaan yang disampaikan keluarga. Pendampingan dapat membantu keluarga memahami proses pelaporan dan menyampaikan keterangan yang relevan kepada aparat. Langkah ini juga memungkinkan informasi terkait perjalanan Sri dan pihak-pihak yang diduga terlibat dikaji melalui prosedur resmi, tanpa menyimpulkan terlebih dahulu bahwa suatu pihak telah melakukan pelanggaran. Singgih menyebut laporan kepada kepolisian berpotensi digunakan untuk menelusuri dugaan keterlibatan sponsor atau calo yang mungkin memfasilitasi keberangkatan Sri ke Uni Emirat Arab. Keterlibatan pihak tersebut masih merupakan dugaan yang perlu diperiksa berdasarkan keterangan keluarga dan bukti yang tersedia. Sumber: https://patrolihukumindonesia.com/bp3mi-jawa-barat-telusuri-dugaan-penyekapan-pekerja-migran-asal-bandung-barat-di-ajman/

Terkini

Berita Terkait