Video Pemalakan Sopir di Bandung Barat Viral, Terduga Pelaku Diamankan di Rumah Paman

Polisi mengamankan seorang pria berinisial RS alias Gayung yang diduga melakukan pemalakan dan merusak spion mobil milik perusahaan ritel di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah video yang merekam dugaan aksi pemalakan itu beredar luas di media sosial.

Peristiwa itu berlangsung di Jalan Raya Citapen, Kampung Gerang, RT 002/RW 003, Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Dalam kejadian tersebut, RS diduga meminta rokok dan uang kepada sopir mobil Daihatsu Gran Max berwarna putih. Namun, setelah permintaannya tidak dipenuhi, pria tersebut diduga merusak spion kanan kendaraan.

Menindaklanjuti laporan korban yang diterima pada Kamis (15/10/2026), Unit Reskrim Polsek Cililin melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

Polisi memeriksa sejumlah saksi, mendatangi lokasi kejadian, serta menganalisis rekaman video yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Hasil penyelidikan mengarah kepada RS. Polisi kemudian mendatangi kediaman pamannya di Kampung Gerang, Desa Citapen, dan mengamankan pria tersebut pada Kamis sekitar pukul 11.00 WIB.

Selain mengamankan terduga pelaku, polisi menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian itu. Barang bukti tersebut meliputi rekaman video di sekitar lokasi, satu unit mobil Gran Max berwarna putih, serta kaus hitam yang diduga dikenakan saat peristiwa berlangsung.

Dedi Mulyadi Minta Premanisme Ditindak

Dugaan pemalakan terhadap sopir tersebut turut mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Melalui akun Instagram @kdm.untuk.rakyat, Dedi menegaskan bahwa tindakan pemalakan, premanisme, maupun perusakan tidak boleh dibiarkan karena dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Gubernur yang akrab disapa KDM itu menyebut telah meneruskan persoalan tersebut kepada Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat. Ia berharap aparat segera mengambil tindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab.

“Premanisme, pemalakan, dan perusakan merupakan tindakan yang tidak bisa ditoleransi. Saya sudah menyampaikan persoalan ini kepada Kapolda Jawa Barat dan yakin pelakunya akan segera ditangkap,” kata Dedi dalam unggahannya yang dilihat Kamis (15/10/2026).

Dedi juga mengapresiasi warga yang merekam dan menyebarluaskan kejadian tersebut hingga mendapat perhatian masyarakat luas.

Menurut dia, partisipasi masyarakat dalam mendokumentasikan dan melaporkan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban dapat membantu aparat dalam mengungkap suatu peristiwa.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada korban atas ketidaknyamanan yang dialami. Dedi berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman tanpa khawatir menjadi sasaran aksi pemalakan maupun perusakan.*

Sumber: https://www.satumedia.id/news/33953/video-pemalakan-sopir-di-bandung-barat-viral-terduga-pelaku-diamankan-di-rumah-paman/

Terkini

Berita Terkait