Seorang pengemudi mobil Grandmax menjadi korban pemalakan disertai perusakan kendaraan saat terjebak kemacetan di Jalan Raya Citapen, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Pelaku pemalakan bahkan nekat mematahkan spion kanan mobil setelah memaksa korban memberikan uang.
Aksi premanisme tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial.
Dalam rekaman itu, seorang pria terlihat menghampiri mobil yang melaju dari arah Cililin menuju Cimahi.
Saat kendaraan korban terjebak kemacetan, pria tersebut meminta uang sambil marah-marah.
Pelaku juga melontarkan kata-kata kasar ketika memaksa pengemudi memberikan uang.
Situasi kemudian memanas ketika pelaku berusaha merusak kaca mobil di sisi pengemudi.
Tak berhenti di situ, pelaku juga terlihat mematahkan spion kanan kendaraan tersebut.
Keterangan Kepolisian
Kapolsek Cililin Iptu Isman Rusmandijanto membenarkan adanya laporan terkait aksi pemerasan dan perusakan kendaraan tersebut.
“Betul kami menerima informasi dari masyarakat yang menjadi korban pemerasan dan perusakan kendaraan roda empat di Jalan Raya Citapen, kejadiannya Rabu malam kemarin,” kata Isman saat dikonfirmasi, Kamis (15/10/2026).
Polisi kemudian melakukan pengecekan ke lokasi kejadian untuk menyelidiki aksi yang videonya viral di media sosial itu.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi mengidentifikasi terduga pelaku sebagai Royan alias Gayung.
Pria tersebut diketahui merupakan warga Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Bandung Barat.
“Penyelidikan yang dilakukan diketahui pelaku diduga bernama Royan alias Gayung yang beralamat di Citapen,” ungkap Isman.
Setelah mengantongi identitas terduga pelaku, personel Unit Reskrim Polsek Cililin mendatangi kediaman Gayung untuk melakukan pencarian.
Namun, petugas tidak menemukan pelaku di rumahnya.
“Personel Unit Reskrim Polsek Cililin melakukan pencarian ke rumah pelaku, tetapi pelaku tidak ada,” sebut Isman.
Hingga Kamis, polisi masih memburu pelaku untuk mengamankannya dan mendalami dugaan pemerasan serta perusakan kendaraan tersebut.
Isman meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan terduga pelaku atau memiliki informasi terkait kasus itu agar segera menghubungi kepolisian.
“Kita buru pelakunya, mudah-mudahan bisa segera diamankan. Untuk masyarakat yang memiliki informasi terkait pelaku, silakan informasikan kepada kami,” tutur Isman.



